Bakohumas Info - Bakohumas Info
PERTAHANKAN PERTANIAN SEBAGAI PREDIKAT DAERAH
26 October 2009 - 16:10
 

Meski secara keseluruhan keinginan untuk mempertahankan Jember sebagai daerah pertanian, belum bisa dikatakan sepenuhnya berhasil, namun setidaknya dilihat dari beberapa indikasi yang ada, impian itu sudah berhasil dicapai. Ini setidaknya bisa dilihat dari peningkatan produksi pangan di Kabupaten Jember, yang sebelumnya (tahun 2006) hanya sekitar 650 ribu ton, sekarang sudah meningkat menjadi 850 ribu ton.
Peningkatan produksi gabah di Jember ini, sesuai dengan yang direncanakan, di mana Bupati Jember lewat empat program prioritasnya, yang salah satunya bidang pertanian, menargetkan produksi gabah di Jember bisa mencapai 900 ribu ton pada tahun 2010. “Alhamdulillah, dibanding tahun 2002-2006, saat ini produksi gabah di Kabupaten Jember ada peningkatan 4 kali 4.”jelas Bupati Djalal, dalam acara dialog dengan produsen dan penangkar benih serta petani di Gudang Pemilahan Benih, Kecamatan Pakusari, kemarin.
Pernyataan keberhasilan yang disampaikan Bupati Djalal ini bisa dilihat dari yang sudah dilakukan sejak pertama menjabat sebagai bupati. “Setahap demi setahap, berhasil kita laksanakan,” katanya.
Dikatakannya, pemilihan empat program prioritas yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan sarana prasarana, meski secara keseluruhan belum bisa dikatakan tuntas namun setidaknya sebagian dari yang dicanangkan itu sudah terbilang berhasil. Tengok saja penyediaan sarana prasarana pedesaan, tidak saja jalanan umum di desa yang sebagian besar sudah diaspal, akan tetapi masyarakat desa pun saat ini juga bisa menikmati penerangan listrik di jalan.
Khusus untuk bidang pertanian, saat ini Jember tidak saja dikenal sebagai daerah yang mampu meningkatkan produksi gabahnya. Lebih dari itu, Jember dikenal sebagai daerah penangkaran benih dengan jumlah penangkar terbanyak se Indonesia.
Sebagaimana dikatakan Ketua Himpunan Penangkar dan Pedagang Benih, Kabupaten Jember, besarnya Jember dalam hal penangkaran benih ini, tidak saja dilihat dari jumlahnya yang banyak, tapi dari sisi kuantitasnya juga terbilang baik. Karena itu, mengingat besarnya peluang yang dimiliki Jember dalam hal penangkaran benih tanaman, maka tidak terlalu berlebihan kalau daerah dengan penduduk yang sebagian besar petani ini, menjadikan daerahnya sebagai Lumbung Benih Nasional.
Mendengar paparan seperti ini, Bupati Djalal dalam sambutannya menyambut baik keinginan tersebut, mengingat bisnis penangkaran benih tidak kalah menariknya dibanding bisnis komoditi pertanian untuk tujuan konsumsi.
( Berita dari Jember )