19 October 2009 - 15:10
HUMAS CILACAP. Siswa-siswi yayasan Al Azhar Cilacap, yang terdiri dari TK, SD, dan SMP AL Azhar, Sabtu (17/10) kemarin dilanda kepanikan yang amat sangat, ketika sirene pada pukul 10.10 wib meraung-raung. Bunyi sirene yang begitu keras, merupakan tanda telah terjadinya gempa di Cilacap.
Seketika itu pula, para pelajar yang masih menjalani proses belajar mengajar, spontan keluar dari ruang kelas, menuju tempat yang dirasa aman dengan menutupi kepala mereka dengan tas dan buku yang mereka bawa, agar terhindar dari reruntuhan bangunan.
Mereka keluar dengan teriakan dan jeritan kepanikan histeris, melewati jalur evakuasi yang ada. Beberapa diantara mereka, bahkan ada yang menjadi korban, baik luka parah maupun ringan. Tidak lama kemudian kendaraan ambulance dari palang Merah Indonesia Cabang Cilacap, datang dan segera mengevakuasi para korban guna memndapatkan pertolongan.
Gempa yang mengguncang Cilacap tersebut, berkekuatan 7,4 SR yang terjadi pukul 10.10 wib, dengan pusat gempa berada di 200 kilometer sebelah selatan Cilacap, dengan kedalaman 20 kilometer dibawah permukaan laut.
Kejadian gempa yang membuat panik pelajar Al Azhar di jalan Galunggung Cilacap tersebut, memang bukanlah kejadian yang sebenarnya. Itu adalah bagian dari scenario simulasi gempa dan Tzunami, yang dilakukan Yayasan Al Azhar bekerja sama dengan PMI Cabang Cilacap, Palang Merah Jerman dan GTZ Jerman serta BPBD Kabupaten Cilacap.
Menurut Ketua PMI Cabang Cilacap, Bambang Tujiono, S.Sos, MM, Simulasi gempa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan seluruh warga sekolah terkait dengan antisipasi bencana.
Dengan penyelenggaraan simulasi gempa ini, lanjut Bambang, diharapkan Yayasan Al Azhar memiliki strandar operasional Prosedur/SOP gempa dn tsunami yang disusun atas partisipasi seluruh warga sekolah.
Disamping itu sekolah juga diharapkan memiliki Spot Mapping/Peta Spot yang memuat informasi tentang jalur evakuasi menuju pada lokasi yang aman, manakala terjadi keadaan darurat. Sekaligus yayasan Al Azhar memiliki Early warning system/system peringatan dini yang tertuang dalam SOP, guna mengantisipasi timbulnya keadaan darurat. (hromly)