Bakohumas Info - Bakohumas Info
Pemprov Jambi Bertekad Mempercepat Swasembada Daging
15 October 2009 - 13:10
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bertekad untuk swasembada daging pada tahun 2012 dengan memanfaatkan potensi lahan yang cukup luas, diantaranya melalui integrasi ternak sapi dan sawit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Drs. A.M. Firdaus, M.Si mengatakan, Provinsi Jambi sampai saat ini masih mendatangkan sapi dari luar yaitu sekitar 20.000 ekor per tahunnya. “ Jadi sekitar Rp. 140 Milyar uang kita dibelanjakan untuk beli sapi dari luar, sementara itu populasi sapi di Jambi saat ini baru mencapai 134 ribu ekor per tahunnya “, kata Sekda Provinsi Jambi tersebut.

Dijelaskan Sekda Provinsi Jambi lagi, Untuk swasembada daging pada tahun 2012 Provinsi Jambi harus bisa memproduksi sebanyak 198 ribu ekor sapi, sehingga masih ada kekurangan sebanyak 64 ribu ekor. Untuk mengatasi hal tersebut Pemprov Jambi akan melakukan kerjasama dibidang pendanaan dengan PT. Jamsostek Persero Jambi yang akan mengucurkan dana kredit kepada para kelompok tani dengan bunga yang sangat rendah yakni sebesar 3 % per tahun. “ Kerjasama serupa telah dilaksanakan oleh Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan hasilnya sangat memuaskan “, jelas Sekda Provinsi Jambvi lagi.

Dalam rangka penjajakan kerjasama ini, maka Pemprov Jambi melakukan studi banding ke Provinsi DIY untuk melihat secara langsung pola kemitraan yang telah dilaksanakan di daerah tersebut.

Selanjutnya Sekda Provinsi Jambi juga mengatakan, potensi kebun sawit di Provinsi Jambi sangat luas diantaranya ada sekitar 400 ribu Ha lahan sawit yang bisa diintegrasikan dengan peternakan sapi. “Paling tidak setiap hektar 2 ekor Sapi, sehingga bisa menampung sebanyak 800 ribu ekor sapi, dan ini juga sangat menguntungkan bagi sektor perkebunan “, kata Sekda Provinsi Jambi lagi.

Sementara itu, pihak Pemprov DIY dalam paparannya di Komplek Kepatihan Pemprov DIY hari ini (Selasa, 13/10) yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Provinsi DIY Edi Siswanto mengatakan, sejak tahun 2003 hingga tahun 2007 PT Jamsostek telah menggulirkan dana kemitraan khusus kepada peternak sapi dan kambing yang ada di Provinsi DIY yang tersebar di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo senilai Rp. 5,3 Milyar untuk 1.034 peternak. Hal tersebut sangat membantu peternak, dan keberhasilannya sudah dirasakan oleh para peternak, hal ini terindikasi dengan adanya peningkatan jumlah ternak. Menurut data yang diperoleh Pemprov DIY, pada tahun 2003 tercatat sebanyak 500 ekor sapi, meningkat menjadi sebanyak 2.100 ekor sapi pada tahun 2005, dengan tingkat pengembalian kredit lancar.

Kepala Kantor Cabang Jamsostek DIY Dra. Ninuk Tri Hatmani, MM dalam paparannya mengatakan, PT. Jamsostek telah menyalurkan dana bergulir program kemitraan mulai tahun 2003 sampai 31 Desember 2008 dengan total sebesar Rp. 8,9 Milyar. Khusus dibidang peternakan jumlah mitra binaan PT. Jamsostek berjumlah sebanyak 93 Kelompok Tani dengan total kucuran dana bergulir sebesar sekitar Rp. 7,1 Milyar.
Sementara itu juga, Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi Hanif Lubis mengatakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi telah berupaya merangkul pihak swasta untuk mendanai permodalan, diantaranya dengan PT. Jamsostek Jambi. “Hal ini dilakukan karena terbatasnya dana Pemerintah Daerah Provinsi Jambi “, kata Hanif Lubis.

Sekda Provinsi Jambi beserta rombongan (Asisten II Setda Provinsi Jambi, Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Sosnakertrans Provinsi Jambi, Kepala Biro SDA Setda Provinsi Jambi serta para Pejabat dari PT Jamsostek Cabang Jambi), seusai mendengarkan presentse dan paparan langsung melakukan peninjauan ke Kelompok Tani Gumarang Jaya Dusun Kweden Desa Tri Renggo Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Provinsi DIY dan Kelompok Peternak Sapi Sidorejo Sulang Kidul Patalan Jetis Bantul untuk mendapatkan penjelasan serta berdialog dengan para petani desa tersebut.

Rata-rata petani di daerah ini memiliki sapi ada yang mencapai sekitar 8 sampai 10 ekor untuk per orangnya, ini menurut keterangan dari salah seorang petani, Jaman (51 tahun). Dikatakannya lagi, mereka mengakui sangat terbantu dengan adanya bantuan kredit bergulir dari PT. Jamsostek. Mereka juga mengaku sampai saat ini telah memiliki asset berkisar Rp. 50 sampai 80 Juta, dan untuk mengangsur kredit dengan cara menjual anak sapi kepada pihak ketiga ataupun orang lain untuk di gemukkan.