13 October 2009 - 15:10
Bencana alam berupa gempa bumi sebesar 7,9 Skala Richter yang terjadi akhir bulan lalu di Kota Padang, Sumatera Barat membuat seluruh masyarakat Indonesia tergetar dan prihatin, termasuk di dalamnya masyarakat Kota Pekalongan. Bencana yang menimbulkan korban lebih dari 800 jiwa melayang dan ribuan gedung rusak itu telah menggerakkan hati masyarakat Kota Pekalongan untuk ikut berbagi dan meringankan beban penderitaan masyarakat Sumbar.
Pemerintah Kota Pekalongan sendiri telah menggalang dana bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dengan mengeluarkan himbauan kepada seluruh SKPD dan PNS di lingkungan Pemkot Pekalongan agar membantu saudara-saudaranya di Kota Padang dengan seikhlasnya.
Penggalangan dana yang terkumpul sebesar Rp 100.394.300,- berasal dari sekolah–sekolah dan SKPD di lingkungan Pemkot Pekalongan. Selanjutnya dana yang terkumpul Selasa (13/10) diserahkan Walikota Pekalongan dan Wakil Walikota Pekalongan kepada Harian Suara Merdeka yang membuka penggalangan dana ”Dompet Gempa Sumbar”. Penyerahan bantuan dilakukan di ruang kerja walikota dan diterima oleh Bendahara Perwakilan Suara Merdeka di Kota Pekalongan Suroso didampingi oleh Kepala Biro Pantura Trias Purwadi, dan sekretaris Elly Sucahyati.
Pada kesempatan tersebut, walikota menandaskan jika bantuan dari pihaknya merupakan salah satu bentuk keprihatinan masyarakat Kota Pekalongan terhadap bencana yang terjadi di Pulau Sumatra. Untuk itu, ia meminta kepada siapa saja agar tidak memandang besaran nominal yang disumbangkan untuk korban bencana. ”Yang kita sumbangkan hari ini, merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian dari masyarakat Kota Pekalongan, untuk itu, kami berharap agar bantuan ini sampai kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujar dia. (tubagus ms)